oleh

Isdianto dan Aunur Rafiq Turut Berduka Atas Musibah Lion Air

-Kepri-275 views

TANJUNGPINANG, (BM)– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah jatuhnya pesawat lion JT 610 rute Jakarta – Pangkal Pinang, Senin (29/10) pagi di Perairan sebelah utara Karawang, Jawa Barat.

“Innalilahi wainnalillahi rojiun. Atas nama Wakil Gubernur provinsi Kepri. Saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam dalamnya, atas musibah jatuhnya pesawat lion air tadi pagi. Semoga korban mendapat perlindungan dan keselamatan dari ALLAH. SWT,”kata Isdianto pada akun resminya, Senin (29/10).

Gambar Pesawat Lion sebelum terjatuh. foto dok lion

Orang nomor dua di Provinsi Kepri ini, juga mengharapkan kepada pihak keluarga dan kerabat para korban lion air yang sedang menghadapi cobaan ini, kiranya diberikan ketabahan dan kesabaran serta kekuatan.

“Semoga diberi ketabahan/kesabaran dan kekuatan buat keluarga yang sedang menghadapi cobaan ini. Semoga saja hal hal seperti ini tidak terjadi lagi untuk ke depannya nanti. Amin yarobal alamin,”ujarnya.

Senada, keluarga besar DPD Partai Golangan Karya (Golkar) Kabupaten Karimun ikut menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah jatuh nya pesawat lion air JT610 rute Jakarta – Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung.

“Kami sangat berduka sedalam-dalamnya atas Musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang. Semoga Keluarga korban diberikan ketabahan dan proses evakuasi berjalan lancar,”ujar Aunur Rafiq, Ketua DPD Partai Golkar Karimun, Senin (29/10).

Sebagaimana dilansir detik.com, Lion Air JT 610 Jakarta – Pangkal Pinang Jatuh dari Ketinggian 3.000 Kaki dalam penerbangan mengangkut ratusan penumpang dan awak kabin dari Jakarta – Pangkal Pinang.

Serpihan-serpihan pesawat Lion Air JT 610 banyak ditemukan di lokasi jatuh, yakni di Laut Jawa kawasan utara Karawang, Jawa Barat. Itu karena pesawat jatuh ke permukaan laut dari ketinggian sekitar 3.000 kaki.

“3.000 feet itu menuju ke air hentakannya lebih keras,” kata Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (Basarnas), Brigjen Mar Bambang Suryo Aji, dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Jalan Angkasa, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Bambang menjelaskan, kerasnya hentakan itu membuat bagian pesawat menjadi pecah berkeping-keping. Itu pula yang menyebabkan tubuh manusia menjadi dalam kondisi sedemikian rupa.

“Karena adanya benturan dari korban dengan bodi pesawat yang ada di dalam dengan kekerasan menuju air laut itu, itu mungkin lebih kencang lagi,” ujarnya.

Bambang menyampaikan, itu merupakan prediksinya. Namun hingga kini personel Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih berusaha mencari tahu soal kecelakaan ini. Hingga kini, bagian terbesar pesawat termasuk kotak hitam (black box) belum ditemukan.

“Kalau prediksi saya seperti itu, mungkin pada lepas, pecah menjadi serpihan-serpihan dan berdampak pada tubuh penumpang itu,” kata Bambang menduga.

Pesawat Lion Air JT610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 WIB dan hendak menuju ke Pangkalpinang. Namun pukul 06.33 WIB, pesawat itu hilang kontak. Pesawat kemudian dinyatakan jatuh di perairan Karawang.

Ada 189 orang di dalam pesawat itu, termasuk penumpang dan awak kabin. Kini personel Badan SAR Nasional sedang berusaha mengevakuasi di lokasi jatuhnya pesawat, di Laut Jawa, utara Karawang, Jawa Barat.

Selama penyelidikan seharian ini, terungkap kenaikan pesawat itu sejak lepas landas tak ideal. Di ketinggian 1.700 kaki, pilot sempat meminta izin untuk naik ke ketinggian 5.000 kaki ke ATC, izin diberikan. Namun pesawat itu kemudian hilang kontak. (*/dtc)

Editor : Indra Helmi
Sumber : detik.com

Komentar

Post Terkait