oleh

Kaleidoskop BPTD Wilayah III Sumbar 2018 : Sinergi dan Transformasi untuk Kemajuan Transportasi

PENGEMBANGAN transportasi, sangat penting artinya dalam menunjang dan menggerakkan segala aspek dan dinamika pembangunan. Selain berfungsi sebagai katalisator dalam mendukung pertumbuhan sektor ekonomi dan pembangunan daerah, transportasi juga memiliki fungsi strategis dalam merekat integritas antar kawasan d seluruh wilayah NKRI.

Tak dapat dipungkiri, selain urbanisasi, persoalan yang juga sangat penting untuk mendapatkan perhatian saat ini adalah masalah pertransportasian. Karena melalui tata kelola dan pembangunan transportasi yang baik, ramah lingkungan dan berkelanjutan, juga dipastikan akan sangat membantu dalam mendorong terwujudnya masyarakat yang maju, sejahtera dan berkeadilan.

Ariyandi Ariyus, turun langsung memasangi stiker Inspeksi Keselamatan LLAJ, Ditjen Hubdat Kemenhub.

“Jadi tidak ada alasan, pertransportasian Sumbar dengan berbagai aspek dan sektor-sektor Yang mendukungnya, harus lebih baik. Insha Allah, mulai 2019 ini kami siap dan berkomitmen untuk mewujudkan itu,” tegas Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar, Ariyandi Ariyus, S.SiT, MM di kantornya kemarin.

Sesuai tugas pokok dan fungsinya terang Ariyandi, BPTD yang merupakan UPT di lingkungan Kementerian Perhubungan dan bernaung di bawah Ditjen Perhubungan Darat itu, akan bekerja fokus dalam mengelola dan mengembangkan prasarana transportasi dan perhubungan darat (pengelolaan terminal type A, jembatan timbang, pelabuhan penyeberangan dan angkutan).

Dibentuknya BPTD yang mengacu kepada PM No. 154/2016 itu, juga didasarkan atas perlunya perkuatan pelaksanaan regulasi dan kebijakan pusat di daerah secara konsisten dan berkesinambungan. Diharapkan, kualitas dan pelayanan angkutan darat akan semakin membaik, serta keselamatan dan keamanan transportasi juga lebih terjamin.

Kasi Lalin Angkutan Jalan BPTD Wilayah III Sumbar, Efrimon bersama Korlap Hendri, menunjukkan ketidaklaikan ban kendaraan bermuatan berat.

“Perhubungan darat memiliki tanggungjawab besar dalam hal meningkatkan kualitas keselamatan angkutan jalan. Pun demikian, ini tentu tidak hanya menjadi tugas kami, tapi sudah menjadi tanggungjawab kita bersama-sama. Dukungan seluruh stakeholders sangat kami harapkan untuk bisa mewujudkan pertransportasian Sumbar yang lebih baik. Sehingga manfaatnya juga akan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” tandas putra Paninjawan Solok itu.

Ariyandi yang turut didampingi Kasi Lalulintas dan Angkutan Jalan, Efrimon, S.SiT, MM dan Kasi Sarana dan Prasarana Jalan, Ikra Surantha, ST. MT mengatakan, sejak mulai efektif beroperasi pada 2017 lalu, BPTD terus mengintensifkan sosialisasi keselamatan jalan kepada masyarakat.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPTD Wilayah III Sumbar.

Tidak hanya kepada kalangan pengemudi dan pengusaha angkutan, sosialisasi juga menyasar ke sekolah-sekolah, perguruan tinggi, swasta dan instansi pemerintahan.

“Membangun manusia yang berkualitas dan berbudaya, juga harus dimulai dengan menciptakan masyarakat yang sadar dan tertib dalam berlalulintas, serta paham terhadap pentingnya keselamatan. Data mencatat, jika kecelakaan lalulintas adalah pembunuh nomor dua terbesar di dunia. Sepanjang 2017 saja misalnya, 30.569 nyawa penduduk Indonesia melayang di jalan raya, 525 kasus diantaranya terjadi di Sumbar,” ujar Ariyandi.

Keterlibatan staf wanita BPTD Wilayah III Sumbar, seolah menjadi penyejuk di bawah terik matahari, saat gelaran operasi Gabpolsipat beberapa waktu lalu.

Dia menegaskan, kunci utama dalam mewujudkan sistem transportasi yang berkeselamatan, salah satunya harus diwujudkan melalui komitmen yang kuat dalam membangun penegakan hukum yang efektif dan komprehensif, khususnya di sektor perhubungan darat.

Dengan telah terciptanya sinergitas lintas instansi (TNI, Polri dan Kejaksaan), pihaknya berharap akan mampu dalam meminimalisir berbagai bentuk pelanggaran, sekaligus memberikan efek jera bagi para pelanggar.

“Dengan terus bertransformasi di segala lini, tentu diharapkan akan mampu dalam meningkatkan kualitas pertransportasian di Sumatera Barat. Dan terpenting, diharapkan akan ikut memberikan rasa aman, nyaman dan adanya jaminan keselamatan bagi seluruh masyarakat pengguna jalan. Kita harus sepakati, soal Keselamatan itu harus zero Tolerance,” pungkas mantan Kepala Subdirektorat Angkutan BPT Jabodetabek itu.

Ariyandi Ariyus bersama jajaran BPTD Wilayah III Sumbar, ikut memantau proses pembuatan jembatan darurat di Kayutanam, paska amblas dihondo air bah awal Desember 2018 lalu.

Penegakan hukum dan pemberlakuan sanksi tegas untuk setiap pelanggaran tersebut pungkas Ariyandi, tidak hanya berlaku keluar. Peningkatan kompetensi sumber daya aparatur dan pengawasan internal terhadap seluruh personil dan jajaran BPTD Wilayah III Sumbar, juga akan terus ditingkatkan demi terwujudnya pelayanan berkualitas kepada masyarakat.

Tingkatkan Pelayanan Terminal dan UPPKB

Di sisi lain, Ariyandi juga menyebutkan jika pembenahan dan peningkatan sarana prasarana di seluruh terminal type A yang ada di Sumbar, juga terus dilakukan sejak 1,6 tahun terakhir. Hal ini tak lain dalam upaya perbaikan mutu, peningkatan kualitas dan kapasitas pelayanan terminal, serta terjaminnya konektivitas transportasi antar wilayah dan antar moda di seluruh kawasan Sumbar.

Kepala BPTD Wilayah III Sumbar, Ariyandi Ariyus saat melakukan inspeksi dan monitoring UPPKB Sungai Lansek, pasca dimulainya operasional gedung UPPKB setempat.

“Keberadaan terminal yang representatif, tentu menjadi dambaan masyarakat, khususnya para pengguna jasa angkutan umum. Sembari menunggu proses pengerjaan terminal Anak Air Padang, kita terus melakukan monitoring dan pembenahan-pembenahan terhadap seluruh terminal type A yang ada di Sumbar,” ujar Ariyandi dalam sidaknya ke Terminal Kiliran Jao Sijunjung dan Terminal Simpang Aur Bukittinggi, beberapa waktu lalu.

Selain terminal, standar kualitas pelayanan dan pengawasan operasional pada Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang, juga Terus ditingkatkan. Secara bertahap terang Ariyandi, penambahan fasilitas-fasilitas guna meningkatkan kualitas pelayanan jembatan timbang, juga akan terus dilengkapi. Seperti pelebaran jalan, penyimpanan logistik, gudang dan tempat parkir.

Staf dan pegawai BPTD Wilayah III Sumbar foto bersama di sela-sela pelaksanaan Program Aksi Keselamatan Transportasi Darat tahun 2018 di GOR Agus Salim Padang.

“Setelah maksimalisasi operasional UPPKB Tanjung Balik, Beringin dan Sungai Langsek, pada tahun 2019 ini juga akan segara dioperasikan sebanyak 3 unit UPPKB lainnya di tiga daerah di Sumbar,” pungkasnya.

Dan pada akhirnya imbuh Ariyandi, semua pihak harus menyepakati, jika pentingnya menanamkan kesadaran dalam mematuhi peraturan lalulintas, haruslah dimulai dari diri sendiri. Tertib dalam berlalulintas tukuknya, berarti telah ikut berperan aktif dalam mendorong terwujudnya pertransportasian Sumbar yang lebih baik. (*)

Komentar

Post Terkait